loading...

Dagang Durian, Jalan Pintas Menuju Kaya !

Lapak penjual durian yang tersebar di Bandar Lampung di antaranya sepanjang jalur dua Jalan Sultan Agung, Jalan M Noor Kelurahan Sumur Putih, hingga kelurahan Sukadanaham. Peluang bisnis itu dimanfaatkan para penjual durian mengais rezeki nomplok.

Tak tanggung-tanggung, penjual durian dalam sehari bisa mendapat omzet rata-rata Rp 3 juta-Rp 4 juta. Namun, ada juga yang hanya mendapat untung Rp 500 ribu-Rp 1 juta per hari, tergantung datangnya "dewi fortuna".

Supri, penjual durian yang menjajakan dagangan di Jalan M Noor, Kelurahan Sumur Putih, Bandar Lampung mengaku, uang Rp 3 juta per hari yang diraup untuk penjualan Senin-Jumat. Sedangkan Sabtu-Minggu, bisa mendapatkan rejeki "durian runtuh" antara Rp 4 juta-Rp 5 juta.

Nominal sebesar itu dibagi bersama teman-teman yang turut menjaga lapak. Demi meraup keuntungan, Supri bersama para temannya rela berjualan selama 24 jam sehari. "Durian yang kami jual berkisar Rp 10 ribu-Rp 30 ribu. Paling banyak dibeli yang harganya Rp 10 ribu. Durian ini kami ambil langsung dari petani durian di Kota Agung dengan sistem ngeborong kebun," kata Supri, Senin (11/10).

Supri menjelaskan, membeli durian tidak menggunakan sistem membeli gandeng. Hal yang dilakukannya adalah membeli durian berdasarkan luas dan berapa banyak pohon durian yang sudah matang dalam satu kebun petani durian.

"Dilihat juga buah dan bijinya, kalau oke langsung dibeli. Kisaran harganya Rp 40 juta, bisa sampai ratusan buah durian yang diborong dan dibawa ke sini (lapak). Saya juga menjual kembali durian yang saya beli kepada pedagang lain sekitar sini," katanya.

Supri juga menjual durian hingga ke Kota Bogor dan Bandung. Sekali mengantar, tiga mobil boks langsung berangkat ke kota tujuan. Jika musim durian di Bandar Lampung mulai sepi, Supri bersama teman-temannya hijrah ke kota lain seperti Bengkulu dan Padang.

Lain  lagi cerita Amsar, warga Kelurahan Kaliawi, Bandar Lampung yang menjajakan durian di Jalan Sultan Agung. Omzet per hari durian yang dijual hanya Rp 500 ribu, sedangkan Sabtu-Minggu Rp 1 juta.

"Durian didrop pakai mobil boks dari Kota Agung, belinya sistem gandeng. 300-400 gandeng saya beli, kisaran harga Rp 650 ribu-750 ribu, tergantung besar kecilnya durian," kata Amsar.

Amsar juga menjual durian Montong Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per kilogram. Harga durian yang dijual pedagang di sepanjang Jalan Sultan Agung relatif sama, Rp 10 ribu-Rp 20 ribu. Jika durian selang dua hari belum dibeli konsumen, buahnya akan mengeluarkan air, dan bau harumnya hilang. Pedagang pun tidak kekurangan akal, buah durian diolah menjadi tempoyak dan dijual kepada masyarakat.

Sohib, penjual durian yang mendirikan lapak di Jalan M Noor menjual tempoyak Rp 5 ribu-Rp 7 ribu per satu botol air mineral 100 mililiter. Harga itu tidak menjadi patokan, pembeli bisa menawar sesuai kesepakatan. (kompas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar